Masalah Satria FU yang Paling Sering dikeluhkan ke Dokter Motor

Suzuki Satria memang sejak awal dikeluarkan menjadi motor underbone nomor satu di Indonesia. Kecepatan, desain, dan berbagai fitur yang terus diinovasi oleh Suzuki membuat motor populer ini tak bisa tergantikan, bahkan oleh Honda Sonic sekalipun. Tapi, kalau kamu sedang mempertimbangkan membeli suzuki satria FU dan menemukan tulisan ini, selamat! Kamu beruntung karena sudah tau duluan apa saja masalah yang akan kamu hadapi nantinya. Buat kamu yang sudah membelinya, cek apakah semua masalah ini sudah pernah kamu hadapi? Check these out!

suzuki satria

Menurut kebanyakan “Dokter Motor”, masalah nomor pertama yang paling sering dikeluhkan para pengendara suzuki satria FU adalah mesin yang cepat panas. Selama ini suzuki satria mengandalkan angin yang masuk dari sirip-sirip oil cooler yang ada di kanan dan kiri bagian depan motor. Jadi jangan heran kalau kamu membawa motor ini pelan dan angin yang bertiup di sekitar kamu dan motormu kurang kencang, mesin yang panas akan terasa sekali di sekitar kakimu. Mengganggu atau tidaknya hal ini tergantung seberapa lama kamu mampu menahan panas, tapi dalam keadaan macet? Mayoritas pengguna meminta dokter meresepkan busi tipe dingin.

Masalah nomor dua, petaka saat hujan. Banyak pemilik suzuki satria FU yang mengeluh kalau hujan apalagi banjir, motornya gampang tersendat-sendat dan berujung pada kematian mesin. Mereka mengatakan sudah membuka busi dan mengeringkannya, namun saat dipasang kembali tetap saja sudah untuk hidup dan kembali mogok. Memang posisi dari lubang busi motor ini yang tegak ke atas membuat air hujan gampang masuk dan menggenangi ruang busi. Hal ini bisa disiasati dengan rajin-rajin membersihkan lubang pembuangan air yang sudah terpasang dari pabrikannya (bisa jadi tersumbat karena lumpur atau debu yang menggumpal, dll) dan mengencangkan lubang dengan selotip sehingga tidak ada celah untuk dimasuki oleh air.

Popping alias knalpot nembak menjadi top 3 problem suzuki satria FU. Sering sekali setelah dibawa ngebut dan turun kecepatan, motor ini menembakkan gasnya bulat-bulat seperti bunyi meletup. Untuk menghindari masalah ini, pastikan tidak ada kebocoran di knalpot di pangkal pipanya atau di sambungan kepalanya. Kalau kamu sudah yakin tidak ada kebocoran yang terjadi di bagian ini, bisa jadi settingan karburatormu terlalu kering di putaran bawah.

Masalah nomor empat, adalah susah masuk ke posisi netral. Jika suzuki satria FU sudah dalam keadaan berhenti (misalnya di lampu merah), pengendara biasanya harus sedikit mendorong atau menarik motornya sedikit agar bisa masuk ke gigi netral. Jangan salah sangka, bukan hanya motor lama yang bisa mengalami masalah ini, motor baru pun bisa. Coba sesuaikan oli yang kamu pakai dan atur jarak kopling yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini. Semua memang cocok-cocokkan. Tak ada solusi yang pasti jitu untuk masalah terakhir ini. Adakah yang mau menambahkan daftar masalah suzuki satria FU lagi?

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *